Minggu, 08 Mei 2016

BAB 4 BENTUK ORGANISASI USAHA


A. Pengertian Manajemen dan Organisasi
       Setiap perusahaan memiliki tujuan yang hendak dicapai dalam iangka waktu atau periode tertentu. Penetuan tujuan ini penting sebagai arah atau sasaran pwrusahaan dalam mencapai tujuan tersebut. Alat untuk mencapai tujuan perusahaan kita kenal dengan nama manajemen.
       Manajemen dan organisasi merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Artinya, manajemen merupakan bagian dari organisasi dan organisasi merupakan bagian dari manajemen.
       Manajemen dapat diartikan sebagai alat untuk mencapai tujuan melalui orang lain. Manajemen juga diartikan sebagai proses dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian lain dari manajemen adalah proses pengelolaan suatu kegiatan atau usaha dari awal hingga perusahaan tersebut berjalan dan bangkrut. Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan dengan melalui proses. Kemudian proses ini dilakukan oleh berbagai pihak yang terlibat dalam manajemen tersebut.
       Proses untuk mencapai tujuan ini kemudian dituangkan menjadi fungsi manajemen. Adapun fungsi-fungsi yang terdapat dalam manajemen adalah sebagai berikut :
1. Palnning
2. Organizing
3. Actuating
4. Controlling
       Seperti dijelaskan diatas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan diperlukan suatu tempat. Tempat ini penting untuk menentukan siapa yang terlibat, apa tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Tempat atau wadah ini kita kenal dengan organisasi. Jadi, pengertian organisasi adalah tempat atau wadah untuk mencapai tujuan perusahaan atau tempat untuk melakukan kegiatan perusahaan. Organisasi juga diartikan sebagai tempat berkumpulnya dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

B. Jenis-jenis dan Bentuk Organisasi
       Jenis-jenis organisasi yang umum dibedakan menjadi dua, yaitu :
Bentuk organisasi yang ditinjau dari jumlah pimpinan puncak dapat dibedakan :
1. Organisasi yang mempunyai pimpinan puncak atau satu orang, misalnya perusahaan perseorangan.
2. Organisasi yang mempunya pimpinan puncak lebih dari satu orang atau dewan, misalnya perseroan terbatas atau firma.
Bentuk organisasi berdasarkan hubungan wewenangnya dibedakan menjadi :
1. Wewenang lini adalah wewenang yang menimbulkan tanggung jawab atas tercapainya tujuan-tujuan perusahaan.
2. Wewenang staf adalah wewenang yang membantu agar orang yang mempunyai
3. wewenang lini bekerja secara efektif dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan.
4. Wewenang fungsional adalah wewenang yang diberikan kepada seseorang atau departemen untuk dapaf mengambil keputusan mengenai hal-hal yang berada departemen yang lain.
Bentuk-bentuk orgamisasi adalah sebagai berikut :
1. Organisasi Garis/Lini
       Organisasi lini adalah organisasi yang semata-mata memiliki
hubungan wewenang lini dalam organisasinya. Organisasi garis/lini merupakan bentuk organisasi yanh berskala kecil dengan jumlah karyawan yang sedikit. Bentuk ini juga belum ada atau sedikit memiliki spesialisasi.
       Berikut ini beberapa ciri yang terdapat dalam organisasi berbentuk garis atau lini.
1. Jumlah karyawan relatif sedikit
2. Struktur organisasi masih sederhana dan kecil
3. Pucuk pimpinan biasanya pemilik perusahaan
4. Pucuk pimpinan dipandang sebagai sumber kekuatan tunggal
5. Hubungan antara atasab dan bawahan masih beraifat langsung melalui suatu garis wewenang
6. Pimpinan dengan karyawan biasanya saling mengenal dan dapat berhubungan setiap hari kerja
7. Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan yang ada dalam unitnya
8. Tingkat spesialisasi belum tinggi, sehingga alat-alat yang diperlukan tidak beraneka ragam.
Organisasi ini memiliki beberapa keuntungan. Secara umum keuntungan organisasi garis/lini adalah sebagai berikut :
1. Kesatuan pimpinan terjamin sepenuhnya karena pimpinan berapa pada satu tangan.
2. Koordinasi relqtif mudah dilaksanakan.
3. Proses pengambilan keputusan dan instruksi berjalan cepat, tidak bertele-tele
4. Garis pimpinan tegas karena pimpinan langsung berhubungan dengan karyawan
5. Disiplin dan memiliki militansi kerja para karyawan pada umumnya tinggi.
6. Rasa solidaritas para karyawan pada umumnya tinggi, karena saling mengenal.
7. Sementara itu, kelemahan organisasi lini/garis adalah sebagai berikut :
8. Tujuan pribadi pucuk pimpinan sering kali tidak dapat dibedakan dengan tujuan organisasi.
9. Ada kecendrungan pimpinan untuk bertindak secara otoriter dan diktator.
10. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas karena wewenang untuk merencanakan, mengarahkan dan mengendalikan ada pada pimpinan.
11. Organisasi secara keseluruhan terlalu bergantung pada satu orang sehingga kalau pimponan tidak mampu/berhalangan, swluruh organisasi terancam kehancuran.
2. Organisasi Lini dan Staf
       Dalam organisasi lini dan staf terdapat kesatuan komando, terutama dalam pelimpahan wewenang dari pimpinan tertinggi kepada unit dibawahnya dan berlangsung secara vertikal.
       Terdapat dua kelompok wewenang dalam organisasi ini yaitu wewenang lini dan wewenang staf. Wewenang lini adalah wewenang yang dapat merealisasikan tujuan organisasi secara langsung. Sementara itu, wewenang staf adalah karyawan yang tidak dapat merealisasikan tujuan perusahaan secara langsung, tetapi hanya memberikan bantuan layanan (auxiliary staff), saran-saran (advisory staff) untuk mempermudah tugas wewenang lini.
       Garis wewenang tetap berapa pada pimpinan, sedangkan staf hanya memiliki wewenang staff. Antara masing-masing bagian tidak ditentukan oleh aktivitasnya, tetapi oleh hubungannya dengan bagian-bagian yang lain. Dalam organisasi jenia ini, wewenang staff dibagi menjadi dua kategori, yaitu staff ahli dan staff pribadi.
       Berikut ini beberapa ciri umum untuk mengenal organisasi lini dan staf.
1. Jumlah karyawan relatif banyak.
2. Organisasinya besar dan beraifat kompleks.
3. Hubungan antar atasan dan bawahan tidak bersifat langsung.
4. Pimpinan dan karyawan semuanya tidak begitu saling mengenal.
5. Spesialisasi dengan beraneka ragam diperlukan dan dipergunakan secara maksimal.
6. Kesatuan pemerintah tetap dipertahankan, setiap atasan mempunyai bawahan-bawahan tertentu dan setiap bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung.
       Sama seperti organisasi garis, organisasi lini dan staf juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan organisasi lini dan staf antara lain sebagai berikut :
1. Asas kesatuan pimpinan tetap dipertahankan sebab pimpinan berapa pada satu tangan.
2. Adanya pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, staf dan pelaksana.
3. Tipe organisasi lini dan staf fleksibel, karena dapat diterapkan pada organisasi besar atau kecil, pemwrintah atau swasta.
4. Asas the right man on the right place levih mudah dilaksanakan.
5. Pengambilan keputusan relatif mudah karena mendapat bantuan pemikiran, saran-saran, dan usul dari staf.
6. Koordinasi mudah dilakukan karwna sudah ada pembidangan tugas yang jelas.
7. Disiplin dan moral karyawan tinggi karena tugasnya sesuai dengan spesialisasinya.
8. Keuntungan dari spesialisasi dapat diperoleh.
9. Bakat karyawan yang berbeda-beda sapat dikembangkan karena belerja sesuai dengan keahlian dan keterampilan.
Sementara itu, kelemahan organisasi lini dan staf ini adalah sebagai berikut:
1. Kelompok pelaksana sering bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat.
2. Solidaritas para karyawan kurang sebab tidak saling mengenal.
3. Persaingan kurang sehat sering terjadi karena setiap unit menganggap tugasnyalah yang terpenting.
3. Organisasi Fungsional
       Organisasi fungsional merupakan organisasi yang terdiri dari bebwrapa fungsi. Penyusunan organisasi ini didasarkan pada sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.
       Ciri-ciri organisasi fungaional adalah sebagai berikut :
1. Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan.
2. Spesialisasi para karyawan dapat di kembangkan dan digunakan secara optimal.
3. Bawahan akan menerima perintah daei beberapa orang atasan.
4. Koordinasi menyeluruh pada umumnya cukup pada level manajemen atas.
5. Koordinasi antara karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya mudah karena masing-masing sudah mempunyai pengertian mendalam mengenai bidangnya.
       Kelebihan atau keuntungan dari organisasi fungsional adalah sebagai berikut :
1. Spesialisasi dapat diperoleh seoptimal mungkin
2. Para karyawan akan terampil di bidangnya masing-masing.
3. Efisiensi dan produktifitas dapat ditingkatkan.
4. Koordinasi secara menyeluruh biasanya diperlukan pada level manajemen atas.
5. Solidaritas, moral dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya tinggi.
       Sementara itu, kelemahan organisasi fungsional adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan kadang-kadang sangat membosankan.
2. Para karyawan sulit mengadakan tour of duty atau tour of area, sebagai akibat spesialisasi, tanpa  terlebih dahulu melalui pendidikan dan pelatihan.
3. Para karyawan terlalu mementingkan bidangnya saja, sehingga koordinasi secara menyeluruh sulit dilakukan.
4. Memungkinkan timbulnya semangat kelompok yang berlebihan pasa karyawan yang melakukan fungsi sama sehingga dapat menimbulkan pengelompokkan ikatan karyawan yang sempit.

 C. Pertimbangan Penentuan Organisasi
       Berikut ini beberapa pertimbangan yang dapat dilakukan dalam menentukan jenis organisasi :
1. Tujuan dan bentuk badan usaha perusahaan.
2. Jumlah tenaga kerja.
3. Jumlah aktivitas.
4. Fleksibilitas
5. Efisiensi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar