A. Pendahuluan
Belajar pada hakikatnya adalah
proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu siswa.
Belajar dapat dipandang sebagai sebagai proses yang diarahkan kepada pencapaian
tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman yang diciptakan guru.
Memasuki
era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini sangat dirasakan
kebutuhan dan pentingnya penggunaan TIK dalam kegiatan pembelajaran untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran yang diharapkan. Melalui TIK kita dapat
meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap
akses ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dalam rangka penyelenggaraan pendidikan
yang berkualitas dan menyenangkan. Terutama penerapan high tech dan high tech
approach. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang
luas, cepat, efektif dan efisien terhadap pengemasan dan penyebarluasan
informasi ke berbagai penjuru dunia.
B. KONSEP
BELAJAR, PEMBELAJARAN DAN MENGAJAR
Belajar
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam
pembentukan pribadi dan perilaku individu. Sebagian besar perkembangan
perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar.
Menurut Surya (1997)
ada delapan ciri-ciri dari perubahan perilaku, yaitu :
1. Perubahan
yang disadari dan disengaja (intensional)
2. Perubahan
yang berkesinambungan
3. Perubahan
yang fungsional
4. Perubahan
yang bersifat positif
5. Perubahan
yang bersifat aktif
6. Perubahan
yang bersifat permanen
7. Perubahan
yang bertujuan dan terarah
8. Perubahan
perilaku dan keseluruhan
Menurut
UNESCO hasil belajar dapat dituangkan dalam empat pilar pembelajaran yaitu :
1. Belajar
mengetahui (Learning to Know), berkenaan dengan perolehan, penguasaan, dan
pemanfaatan informasi.
2. Belajar
berbuat atau berkarya (Learning to Do)
Agar mampu menyesuaikan diri dan
beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat, maka individu perlu
belajar berkarya. Belajar berkarya berhubungan erat dengan belajar mengetahui,
sebab pengetahuan mendasari perbuatan.
3. Belajar
hidup bersama (Learning to Live Together)
Tiap kelompok memiliki latar belakang
pendidikan, kebudayaan, tradisi dan tahap perkembangan yang berbeda, agar bisa
bekerja sama dan hidup rukun, mereka harus banyak belajar hidup bersama, being
sociable (berusaha membina kehidupan bersama).
4. Belajar
menjadi diri sendiri yang utuh (Learning to Be)
Tantangan kehidupan yang berkembang
cepat dan sangat kompleks, menuntut pengembangan manusia secara utuh. Manusia
yang seluruh aspek kepribadiannya berkembang secara optimal dan seimbang, baik
aspek intelektual, emosi, sosial, fisik, maupun moral.
C. Jenis-Jenis
Aktivitas Belajar
1. Belajar
arti kata, menangkap arti kata yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan.
2.
Belajar kognitif, yaitu proses bagaimana
menghayati , mengorganisasi, dan mengulangi informasi tentang suatu masalah,
peristiwa, objek serta upaya untuk menghadirkan kembali hal tersebut melalui
tanggapan, gagasan, atau lambang dalam bentuk kata-kata atau kalimat.
3. Belajar
menghafal, menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal melalui
proses mental dan menyimpannya dalam ingatan, sehingga dapat di produksi kembali
ke alam sadar ketika diperlukan.
4. Belajar
teoritis, menyusun kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alam atau fenomena
sosial tertentu.
5. Belajar
konsep, merumuskan melalui proses mental tentang lambang, benda serta peristiwa
dengan mengamati ciri-cirinya.
6. Belajar
kaidah adalah menghubungkan dua konsep atau lebih sehingga terbentuk suatu
ketentuan yang mempresentasikan suatu keteraturan.
7. Belajar
berpikir adalah aktivitas kognitif yang dilakukan secara mental untuk
memecahkan suatu masalah melalui proses yang abstrak.
8. Belajar
keterampilan motorik adalah belajar melakukan rangkaian gerak gerik anggota
badan secara terpadu.
9. Belajar
estetika adalah proses mencipta melalui penghayatan yang berdasarkan pada
niali-nilai seni.
D. Prinsip-Prinsip
Belajar
· Perhatian
dan motivasi
· Keaktifan
· Keterlibatan
langsung
· Pengulangan
· Tantangan
· Balikan
dan penguatan
· Perbedaan
individu
E. Tipe
Gaya Belajar
Ada
bebrapa tipe gaya belajar yang harus dicermati oleh guru, yaitu :
1. Tipe
belajar visual (visual learner)
Visual learner adalah gaya belajar
dimana gagasan, konsep data dan informasi lainnya dikemas dalam bentuk gambar
dan teknik
2. Tipe
belajar auditif (auditory learner)
Auditory learner adalah gaya belajar
dimana siswa belajar melalui mendengarkan.
3. Tipe
belajar kinestik (tactual learner)
Siswa belajar dengan cara melakukan,
menyentuh,, merasa bergerak, dan mengalami. Anak yang mempunyai gaya belajar
kinestik mengandalkan belajar melalui bergerak, menyentuh dan melakukan
tindakan.
F. Teori
Belajar Behaviouristik, Kognitif dan
Konstruktivistik
1. Teori
belajar Behavioristik
Pembelajaran berbasis
TIK pada awalnya dilandasi teori behavioristik, dimana teori ini dipelopori
oleh Thorndike (1913), Pavlov (1927), dan Skinner (1974) yang menyatakan bahwa
belajar adalah tingkah laku yang dapat diamati yang disebabkan adanya stimulus
dari luar.
2. Pembelajaran
menurut paradigma konstruktivistik
Paradigma
konstruktivistik tentang pembelajaran merupakan paradigma alternatif yang
muncul sebagai akibat terjadinya revolusi ilmiah dari sistem pembelajaran yang
cenderung berlaku pada abad industri ke sistem pembelajaran yang semestinya
berlaku pada abad pengetahuan sekarang ini.
G. Komponen
Pembelajaran
Ciri
utama dari kegiatan pembelajaran adalah adanya interaksi. Interaksi yang
terjadi antara siswa dengan lingkungan
belajarnya, baik itu dengan guru, teman-temannya, alat, media pembelajaran,
dan/atau sumbeR-sumber belajar yang lain. Sedangkan, ciri-ciri lainnya dari
pembelajaran ini berkaitan dengan komponen-komponen pembelajaran itu sendiri.
Dimana didalam pembelajaran akan terdapat komponen-komponen sebagai berikut;
tujuan, bahan/materi, strategi, media dan evaluasi pembelajaran.
H. TIPE-TIPE PEMBELAJARAN
Tipe
pembelajaran berdasarkan orientasinya Joice dan Weil 91996), telah
mengelompokkan model-model mengajar dalam empat orientasi, diantaranya :
1. Information processing orientatin, mencakup semua model mengajar yang titik beratnya
mengebangkan kemampuan intelektual/kognitif siswa dengan menggunakan proses
deduktif-induktif serta pemecahan masalah lainnya.
2. Social-Interaction orientation, mencakup berbagai model mengajar yang tujuannya di
samping memajukan, saling memahami dalam kehidupan suatu kelompok soSial satu
sama lain.
3. Person orientation, mencakup model-model mengajar seperti yang
dikembangkan oleh para penganut Humanistic Education sasarannya ialah untuk
memberikan kesempatan tiap individu siswa yang bersangkUtan.
4. Behavior-
Modification orientation, mencakup berbagai metode mengajar yang digunakan dan
titikberatkan pada perubahan perilaku ke arah yang diharapkan guru misalnya
Expository dan Mastery learning.
I.
Pendekatan
Pembelajaran
Pendekatan dalam pembelajaran secara umum dibagi
menjadi dua, yaitu :
1.
Pendekatan
pembelajaran berorientasi pada guru (teacher
centered approaches)
Pendekatan pembelajaran berorientasi pada guru yaitu pembelajaran yang
menempatkan siswa sebagai objek dalam belajar dan kegiatan belajar bersifat
klasik atau konvensional. Dalam pendekatan ini guru menempatkan diri sebagai
orang yang serba bisa dan sebagai satu-satunya sumber belajar.
Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru memiliki ciri bahwa
pengelolaan pembelajaran ditentukan sepenuhnya oleh guru. Peran siswa pada pendekatan
ini hanya melakukan aktivitas sesuai dengan petunjuk guru. Siswa hampir tidak
memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas sesuai dengan minat dan keinginannya.
2.
Pendekatan
pembelajaran berorientasi pada siswa (student centered approaches)
Pendekatan pembelajaran berorientasi pada siswa adalah pendekatan
pembelajaran yang menempatkan siswa
sebagai subjek belajar dari kegiatan belajar bersifat modern. Pendekatan
pembelajaran yang berorientasi pada siswa, manajemen dan pengelolaannya
ditentukan oleh siswa. Pada pendekatan ini siswa memiliki kesempatan yang
terbuka untuk melakukan kreativitas dan mengembangkan potensinya melalui
aktivitas secara langsung sesuai dengan minat dan bakatnya.
J.
Pembelajaran
Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi
1. Komputer
sebagai Media pembelajaran
Definisi
Komputer
Istilah komputer diambil dari bahasa latin Computare
yang berarti menghitung (to compute). Definisi komputer disampaikan oleh
Hamacher yang dikutip oleh Wohono (2003), ‘komputer adalah mesin penghitungan elektronik
yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian prosesnya
sesuai dengan program yang disimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa
informasi.
Maka
dapat disimpulkan bahwa komputer adalah media elektronik yang dapat menerima
informasi dalam bentuk input digital dengan menggunakan kode binner dalam
aplikasi programnya, dan menampilkan output informasi dalam bentuk visualisasi
data elektronik.
2.
Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran
Manfaat komputer untuk tujuan pendidikan menurut
Arsyad (2002: 54-55) yaitu :
· Komputer
dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran karena ia dapat
memberikan iklim yang lebih bersifat afektif dengan cara yang lebih individual,
tidak pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi
seperti yang diinginkan program yang digunakan.
· Komputer
dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, melakukan kegiatan
laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna dan musik
yang dapat menambah realisme.
· Kendali
berada ditangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat di
sesuaikan dengan tingkat penguasaannya.
· Kemampuan
merekam aktivitas siswa selama menggunakan program pembelajaran, memberi
kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan dan perkembangan
setiap siswa selalu dapat di pantau.
· Dapat
berhubungan dengan, dan mengendalikan peralatan lain seperti CD interaktif,
video dan lain-lain dengan program pengendalian dari komputer.
3.
Internet
Sebagai media pembelajaran
Definisi Internet
Internet
atau international networking didefinisikan dua atau lebih yang memiliki
konektifitas membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer
di dunia secara global yang saling berinteraksi dan bertukar informasi
Sejaran internet
Sejarah
terciptanya internet pada awalnya internet sendiri merupakan suatu jaringan komputer
yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika di awal tahun 1990-an, melalui
proyek ARPA (Advanced Research Project Agency) yang disebut ARPANET, mereka
mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware atau software yang berbasis UNIX, kita
bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran
telepon.
Fungsi internet
Fungsi
dasar internet menurut Sidharta (1996:9) mengemukakan bahwa fungsi internet
adalah untuk :
· Pelayanan
Mail (SMTP: Simple Mail transfer protocol), yaitu pelayanan untuk mengirim dan
menerima pesan-pesan. Setiap pesan dikirim dari satu system ke sistem yang
lain.
· Pelayanan
telnet (HTTP: hyper text transfert protocol), yaitu pelayanan yang memberi
kesempatan kepada pemakai internet untuk menghubungi suatu system yang terletak
ditempat yang jauh.
·
Pelayanan
FTP (file transfert protocol), yaitu pelayanan yang memberikan kesempatan
kepada pemakai untuk mentransfer file dari suatu system ke system yang lain.
Proses ini disebut juga dengan downloading.
·
Pelayanan
client/server, yaitu suatu sistem yang didukung oleh program server.
4.
Pemanfaatan
Internet dalam pembelajaran
Bagi
para pengajar, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya, karena
dengan internet dapat :
·
Meningkatkan
pengetahuan
·
Berbagi
sumber diantara rekan sejawat
·
Bekerja sama
dengan pengajar di luar negeri
·
Kesempatan
mempublikasikan informasi secara langsung
·
Mengatur
komunikasi secara teratur
·
Berpartisipasi
dalam forum-forum lokal maupun internasional
5.
E-learning dalam kegiatan pembelajaran
a.
Definisi
E-learning
Kata
e-learning terdiri dari dua bagian,
yaitu e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang
berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan
jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaannya e-learning
menggunakan perangkat komputer atau perangkat elektronik lainnya.
b.
Pemanfaatan
e-learning dalam pembelajaran
Menurut
Wahono (2003:3) keuntungan dalam menggunakan e-learning adalah sebagai berikut
:
· Fleksibel
karena siswa dapat belajar kapan saja, dimana saja dengan tipe pembelajaran
yang berbeda-beda
·
Menghemat
waktu proses belajar mengajar
·
Mengurangi
biaya perjalanan
·
Menghemat
biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
·
Menjangkau
wilayah goegrafis yang lebih luas
·
Melatih
pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
K. Pembelajaran Berbasis Multimedia
1.
Definisi
media pembelajaran
Media
berasal dari kata “medius” yang berarti tengah, perantara atau pengantar.Media
adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997).
Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara peserta didik, guru dan
bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan
atau media. Media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media
pembelajaran, yang mempunyai fungsi sebagai perantara pesan, yang dalam hal ini
adalah materi pembelajaran kepada peserta didik.
Media
pembelajaran adalah alat bantu atau bentuk stimulus yang berfungsi untuk
menyampaikan pesan pembelajaran. Bentuk-bentuk stimulus bisa dipergunakan
sebagai media diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia; realia;
gambar bergerak atau tidak; tulisan dan suara yang direkam.
2.
Jenis-jenis
media pembelajaran
Ada lima jenis media yang dapat digunakan dalam
pembelajaran, yaitu :
· Media
visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra
penglihatan yang terdiri atas media yang dapat di proyeksikan dan media yang
tidak dapat di proyeksikan yang biasanya berupa gambar diam atau gambar bergerak
· Media
audio, yaitu media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik untuk
mempelajari bahan ajar.
· Media
audio-visual, yaitu media yang merupakan kombinasi audio dan visual atau biasa
disebut media pandang-dengar
· Kelompok
media penyaji ini sebagaimana
diungkapkan Donald T. Tosti dan Jhon R. Ball dikelompokkan ke dalam enam jenis,
yaitu (a) grafis, bahan cetak dan gambar diam, (b) media proyeksi diam,
(c) media audio, (d) media gambar hidup/film, (e) media televisi, (f) multimedia
· Media
objek dan media interaktif berbasis komputer. Media objek merupakan media tiga
dimensi yang menyampaikan informasi tidak dalam bentuk penyajian, melainkan
melalui ciri fisiknya, seperti ukurannya, bentuknya, beratnya, susunannya,
warnanya, fungsinya dan sebagainya
3.
Fungsi
media pembelajaran
Disini
media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas, memudahkan dan membuat
menarik pesan pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik
sehingga dapat memotivasi belajarnya dan dapat mengefisiensikan proses
belajarnya.
4.
Multimedia
interaktif berbasis komputer
Beberapa bentuk penggunaan komputer sebagai multimedia
yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi :
·
Penggunaan
multimedia presentasi
·
CD
MULTIMEDIA INTERAKTIF
·
Video
pembelajaran
L.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran
1.
Konsep
teknologi Informasi dan Komunikasi
a.
Menurut
kamus Oxford (1995), “teknologi informasi adalah studi atau penggunaan
peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis,
mendistribusikan, informasi apa saja, termasuk kata bilangan dan gambar”.
b.
Menurut
Alter (1992), “teknologi informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak
untuk melksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap,
mentransmisikan, mengambil, menyimpan, memanipulasi, atau menampilkan data”.
c.
Menurut
Martin (1999), “teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi
komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan
mencakup juga teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi”.
Dari
definisi-definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa Teknologi
Informasi dan komunikasi merupakan suatu kajian untuk mengefektifkan proses
komunikasi dengan mempergunakan kemajuan teknologi.
2.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Peranan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran selain membantu siswa dalam
belajar adalah memiliki peranan yang cukup berpengaruh untuk guru terutama
dalam pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan memperkaya kemampuan mengajarnya.
Manfaat teknologi informasi dan komunikasi bagi guru adalah sebagai berikut :
·
Memperluas
background knowledge guru
·
Pembelajaran
lebih dinamis dan fleksibel
·
Mengatasi
keterbatasan bahan ajar atau sumber belajar
·
Kontribusi
dan pengayaan bahan ajar atau sumber belajar
·
Implementasi
Student Active Learning (SAL), CBSA,
dan PAKEM.
Assalamualaikum, terima kasih atas kesempatannya!
BalasHapusSaya ingin bertanya, sebelumnya kita telah melaksanakan diskusi di kelas. Saya masih ingat dengan salah satu pertanyaan teman tentang penerapan UN berbasis komputer, dimana anda menjelaskan bahwa itu dilaksanakan salah satunya agar dapat menghemat penggunaan kerta dan alat tulis. Namun, yang saya ketahui UN berbasis komputer ini juga menyediakan soal berbentuk kertas sebagai cadangan ke sekolah-sekolah untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi. yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana pendapat anda tentang ini, kan sebelumnya anda mengatakan UN komputer dilakukan untuk menghemat dana pemerintah, tapi menurut saya ini bahkan lebih boros adanya karena terjadi mekanisme ganda yaitu UN basic komputer dengan soal cadangan berbentuk kertas, bukankah ini lebih memakan banyak anggaran pemerintah? Dimana sisi hematnya menurut anda?
Terima kasih atas pertanyaannya. Sebelumnya sy memang telah menjelaskan bahwa salah satu keunggulan dr di adakannya UN berbasis komputer ini adalah untuk menghemat penggunaan kertas dan alat tulis. Kemudian jika pertanyaannya adalah bagaimana dengan soal cadangan yg di sediakan sebagai antisipasi apabila terjadi hal-hal buruk dalam melaksanakan UN berbasis komputer ini? Disini tidak semua sekolah yg mengadakan UN berbasis komputer menyediakan soal cadangan sebagai antisipasi terhadap hal-hal buruk yg mungkin terjadi selama ujian, tetapi ada sekolah-sekolah yang mengantisipasinya dengan menyediakan mesin genset apabila listrik mati pada saat ujian berlangsung dan beberapa komputer cadangan yang dapat di gunakan untuk mengikuti ujian apabila komputer yang di gunakan eror atau lain sebagainya.
HapusApa dampak negatif dari proses pembelajaran yang berbasis teknologi? Tolong jelaskan dengan singkat dan padat! Terimakasih😉
BalasHapusAdapun dampak negatif dari proses pembelajaran yang berbasis teknologi salah satunya adalah mengurangi minat baca siswa terhadap buku. Dimana siswa lebih sering membaca menggunakan teknologi yang ada untuk membaca dari pada langsung membaca dari buku. Sementara itu membaca terlalu lama menggunakan teknologi seperti komputer dengan jarak yang dekat juga dapat berpengaruh pada kesehatan mata.
HapusTerima kasih atas kesempatannya
BalasHapusberdasarkan materi Anda tentang pemanfaatan internet, jadi pertanyaan saya, bagaimana pendapat Anda tentang pelajar sekarang yang mulai bergantung pada internet? dan bagaimana solusinya?
terima kasih :-)
Saat ini memang tidak bisa di pungkiri lagi bahwa pelajar sekarang mulai bergantung pada internet. Pasalnya setiap ada sesuatu yang ingin mereka tahu mereka pasti mengandalkan internet sebagai sumber untuk mencari tahu hal itu, seperti misalnya apabila di berikan tugas oleh guru maupun dosen, mereka pasti membuka internet untuk mencari jawaban. Hal ini sebenarnya dapat mematikan atau mengurangi daya kreativitas dari pelajar dimana mereka lebih cenderung ingin mendapatkan jawaban secara instan daripada berusaha sendiri dengan berpikir atau mencari referensi di buku. Adapun solusi dalam hal ini adalah agar kiranya para pendidik dapat menekankan kepada para pelajar untuk tidak bergantung pada internet seperti yang telah kita dapatkan pada semester satu dimana pada beberapa matakuliah kita di tekankan untuk mencari lebih banyak referinsi pada buku dari pada internet. Atau dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat sendiri.
Hapus