Senin, 14 Maret 2016

BAB II BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI



A.  Pendahuluan
Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu siswa. Belajar dapat dipandang sebagai sebagai proses yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman  yang diciptakan guru.
         Memasuki era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini sangat dirasakan kebutuhan dan pentingnya penggunaan TIK dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang diharapkan. Melalui TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dalam rangka penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan menyenangkan. Terutama penerapan high tech dan high tech approach. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif dan efisien terhadap pengemasan dan penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia.
B.  KONSEP BELAJAR, PEMBELAJARAN DAN MENGAJAR
Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Sebagian besar perkembangan perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar.
Menurut Surya (1997) ada delapan ciri-ciri dari perubahan perilaku, yaitu :
1.    Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional)
2.    Perubahan yang berkesinambungan
3.    Perubahan yang fungsional
4.    Perubahan yang bersifat positif
5.    Perubahan yang bersifat aktif
6.    Perubahan yang bersifat permanen
7.    Perubahan yang bertujuan dan terarah
8.    Perubahan perilaku dan keseluruhan
Menurut UNESCO hasil belajar dapat dituangkan dalam empat pilar pembelajaran yaitu :
1. Belajar mengetahui (Learning to Know), berkenaan dengan perolehan, penguasaan, dan pemanfaatan informasi.
2.   Belajar berbuat atau berkarya (Learning to Do)
Agar mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat, maka individu perlu belajar berkarya. Belajar berkarya berhubungan erat dengan belajar mengetahui, sebab pengetahuan mendasari perbuatan.
3.    Belajar hidup bersama (Learning to Live Together)
Tiap kelompok memiliki latar belakang pendidikan, kebudayaan, tradisi dan tahap perkembangan yang berbeda, agar bisa bekerja sama dan hidup rukun, mereka harus banyak belajar hidup bersama, being sociable (berusaha membina kehidupan bersama).
4.    Belajar menjadi diri sendiri yang utuh (Learning to Be)
Tantangan kehidupan yang berkembang cepat dan sangat kompleks, menuntut pengembangan manusia secara utuh. Manusia yang seluruh aspek kepribadiannya berkembang secara optimal dan seimbang, baik aspek intelektual, emosi, sosial, fisik, maupun moral.
C.  Jenis-Jenis Aktivitas Belajar
1.    Belajar arti kata, menangkap arti kata yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan.
2.    Belajar kognitif, yaitu proses bagaimana menghayati , mengorganisasi, dan mengulangi informasi tentang suatu masalah, peristiwa, objek serta upaya untuk menghadirkan kembali hal tersebut melalui tanggapan, gagasan, atau lambang dalam bentuk kata-kata atau kalimat.
3.  Belajar menghafal, menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal melalui proses mental dan menyimpannya dalam ingatan, sehingga dapat di produksi kembali ke alam sadar ketika diperlukan.
4.  Belajar teoritis, menyusun kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alam atau fenomena sosial tertentu.
5.  Belajar konsep, merumuskan melalui proses mental tentang lambang, benda serta peristiwa dengan mengamati ciri-cirinya.
6.   Belajar kaidah adalah menghubungkan dua konsep atau lebih sehingga terbentuk suatu ketentuan yang mempresentasikan suatu keteraturan.
7.  Belajar berpikir adalah aktivitas kognitif yang dilakukan secara mental untuk memecahkan suatu masalah melalui proses yang abstrak.
8.  Belajar keterampilan motorik adalah belajar melakukan rangkaian gerak gerik anggota badan secara terpadu.
9.  Belajar estetika adalah proses mencipta melalui penghayatan yang berdasarkan pada niali-nilai seni.
D.  Prinsip-Prinsip Belajar
·      Perhatian dan motivasi
·      Keaktifan
·      Keterlibatan langsung
·      Pengulangan
·      Tantangan
·      Balikan dan penguatan
·      Perbedaan individu
E.   Tipe Gaya Belajar
Ada bebrapa tipe gaya belajar yang harus dicermati oleh guru, yaitu :
1.    Tipe belajar visual (visual learner)
Visual learner adalah gaya belajar dimana gagasan, konsep data dan informasi lainnya dikemas dalam bentuk gambar dan teknik
2.    Tipe belajar auditif (auditory learner)
Auditory learner adalah gaya belajar dimana siswa belajar melalui mendengarkan.
3.    Tipe belajar kinestik (tactual learner)
Siswa belajar dengan cara melakukan, menyentuh,, merasa bergerak, dan mengalami. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestik mengandalkan belajar melalui bergerak, menyentuh dan melakukan tindakan.
F.   Teori Belajar Behaviouristik, Kognitif dan Konstruktivistik
1.    Teori belajar Behavioristik
Pembelajaran berbasis TIK pada awalnya dilandasi teori behavioristik, dimana teori ini dipelopori oleh Thorndike (1913), Pavlov (1927), dan Skinner (1974) yang menyatakan bahwa belajar adalah tingkah laku yang dapat diamati yang disebabkan adanya stimulus dari luar.
2.    Pembelajaran menurut paradigma konstruktivistik
Paradigma konstruktivistik tentang pembelajaran merupakan paradigma alternatif yang muncul sebagai akibat terjadinya revolusi ilmiah dari sistem pembelajaran yang cenderung berlaku pada abad industri ke sistem pembelajaran yang semestinya berlaku pada abad pengetahuan sekarang ini.
G.  Komponen Pembelajaran
Ciri utama dari kegiatan pembelajaran adalah adanya interaksi. Interaksi yang terjadi antara  siswa dengan lingkungan belajarnya, baik itu dengan guru, teman-temannya, alat, media pembelajaran, dan/atau sumbeR-sumber belajar yang lain. Sedangkan, ciri-ciri lainnya dari pembelajaran ini berkaitan dengan komponen-komponen pembelajaran itu sendiri. Dimana didalam pembelajaran akan terdapat komponen-komponen sebagai berikut; tujuan, bahan/materi, strategi, media dan evaluasi pembelajaran.
H.  TIPE-TIPE PEMBELAJARAN
Tipe pembelajaran berdasarkan orientasinya Joice dan Weil 91996), telah mengelompokkan model-model mengajar dalam empat orientasi, diantaranya :
1. Information processing orientatin, mencakup semua model mengajar yang titik beratnya mengebangkan kemampuan intelektual/kognitif siswa dengan menggunakan proses deduktif-induktif serta pemecahan masalah lainnya.
2.   Social-Interaction orientation, mencakup berbagai model mengajar yang tujuannya di samping memajukan, saling memahami dalam kehidupan suatu kelompok soSial satu sama lain.
3.  Person orientation, mencakup model-model mengajar seperti yang dikembangkan oleh para penganut Humanistic Education sasarannya ialah untuk memberikan kesempatan tiap individu siswa yang bersangkUtan.
4.  Behavior- Modification orientation, mencakup berbagai metode mengajar yang digunakan dan titikberatkan pada perubahan perilaku ke arah yang diharapkan guru misalnya Expository dan Mastery learning.
I.     Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan dalam pembelajaran secara umum dibagi menjadi dua, yaitu :
1.    Pendekatan pembelajaran  berorientasi pada guru  (teacher centered approaches)
Pendekatan pembelajaran berorientasi pada guru yaitu pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai objek dalam belajar dan kegiatan belajar bersifat klasik atau konvensional. Dalam pendekatan ini guru menempatkan diri sebagai orang yang serba bisa dan sebagai satu-satunya sumber belajar.
       Pendekatan pembelajaran  yang berpusat pada guru memiliki ciri bahwa pengelolaan pembelajaran ditentukan sepenuhnya oleh guru. Peran siswa pada pendekatan ini hanya melakukan aktivitas sesuai dengan petunjuk guru. Siswa hampir tidak memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas sesuai dengan minat  dan keinginannya.
2.    Pendekatan pembelajaran berorientasi pada siswa (student centered approaches)
Pendekatan pembelajaran berorientasi pada siswa adalah pendekatan pembelajaran  yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar dari kegiatan belajar bersifat modern. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, manajemen dan pengelolaannya ditentukan oleh siswa. Pada pendekatan ini siswa memiliki kesempatan yang terbuka untuk melakukan kreativitas dan mengembangkan potensinya melalui aktivitas secara langsung sesuai dengan minat dan bakatnya.
J.     Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi
1.    Komputer sebagai Media pembelajaran
Definisi Komputer
Istilah komputer diambil dari bahasa latin Computare yang berarti menghitung (to compute). Definisi komputer disampaikan oleh Hamacher yang dikutip oleh Wohono (2003), ‘komputer adalah mesin penghitungan elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian prosesnya sesuai dengan program yang disimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
            Maka dapat disimpulkan bahwa komputer adalah media elektronik yang dapat menerima informasi dalam bentuk input digital dengan menggunakan kode binner dalam aplikasi programnya, dan menampilkan output informasi dalam bentuk visualisasi data elektronik.
2.    Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran
      Manfaat komputer untuk tujuan pendidikan menurut Arsyad (2002: 54-55) yaitu :
·   Komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran karena ia dapat memberikan iklim yang lebih bersifat afektif dengan cara yang lebih individual, tidak pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang diinginkan program yang digunakan.
· Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna dan musik yang dapat menambah realisme.
·     Kendali berada ditangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat di sesuaikan dengan tingkat penguasaannya.
·     Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan program pembelajaran, memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat di pantau.
·     Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan peralatan lain seperti CD interaktif, video dan lain-lain dengan program pengendalian dari komputer.
3.    Internet Sebagai media pembelajaran
Definisi Internet
Internet atau international networking didefinisikan dua atau lebih yang memiliki konektifitas membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia secara global yang saling berinteraksi dan bertukar informasi
Sejaran internet
Sejarah terciptanya internet pada awalnya internet sendiri merupakan suatu jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika di awal tahun 1990-an, melalui proyek ARPA (Advanced Research Project Agency) yang disebut ARPANET, mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware atau software yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Fungsi internet
Fungsi dasar internet menurut Sidharta (1996:9) mengemukakan bahwa fungsi internet adalah untuk :
·     Pelayanan Mail (SMTP: Simple Mail transfer protocol), yaitu pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan. Setiap pesan dikirim dari satu system ke sistem yang lain.
·  Pelayanan telnet (HTTP: hyper text transfert protocol), yaitu pelayanan yang memberi kesempatan kepada pemakai internet untuk menghubungi suatu system yang terletak ditempat yang jauh.
·      Pelayanan FTP (file transfert protocol), yaitu pelayanan yang memberikan kesempatan kepada pemakai untuk mentransfer file dari suatu system ke system yang lain. Proses ini disebut juga dengan downloading.
·      Pelayanan client/server, yaitu suatu sistem yang didukung oleh program server.
4.    Pemanfaatan Internet dalam pembelajaran
Bagi para pengajar, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya, karena dengan internet dapat :
·      Meningkatkan pengetahuan
·      Berbagi sumber diantara rekan sejawat
·      Bekerja sama dengan pengajar di luar negeri
·      Kesempatan mempublikasikan informasi secara langsung
·      Mengatur komunikasi secara teratur
·      Berpartisipasi dalam forum-forum lokal maupun internasional
5.    E-learning dalam kegiatan pembelajaran
a.    Definisi E-learning
Kata e-learning terdiri dari dua bagian, yaitu e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaannya e-learning menggunakan perangkat komputer atau perangkat elektronik lainnya.
b.    Pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran
Menurut Wahono (2003:3) keuntungan dalam menggunakan e-learning adalah sebagai berikut :
·     Fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, dimana saja dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda
·      Menghemat waktu proses belajar mengajar
·      Mengurangi biaya perjalanan
·      Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
·      Menjangkau wilayah goegrafis yang lebih luas
·      Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
K.  Pembelajaran Berbasis Multimedia
1.    Definisi media pembelajaran
Media berasal dari kata “medius” yang berarti tengah, perantara atau pengantar.Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997). Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara peserta didik, guru dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran, yang mempunyai fungsi sebagai perantara pesan, yang dalam hal ini adalah materi pembelajaran kepada peserta didik.
            Media pembelajaran adalah alat bantu atau bentuk stimulus yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Bentuk-bentuk stimulus bisa dipergunakan sebagai media diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia; realia; gambar bergerak atau tidak; tulisan dan suara yang direkam.
2.    Jenis-jenis media pembelajaran
Ada lima jenis media yang dapat digunakan dalam pembelajaran, yaitu :
·     Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan yang terdiri atas media yang dapat di proyeksikan dan media yang tidak dapat di proyeksikan yang biasanya berupa gambar diam atau gambar bergerak
·  Media audio, yaitu media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik untuk mempelajari bahan ajar.
·   Media audio-visual, yaitu media yang merupakan kombinasi audio dan visual atau biasa disebut media pandang-dengar
·    Kelompok media penyaji  ini sebagaimana diungkapkan Donald T. Tosti dan Jhon R. Ball dikelompokkan ke dalam enam jenis, yaitu (a) grafis, bahan cetak dan gambar diam, (b) media proyeksi diam, (c) media audio, (d) media gambar hidup/film, (e) media televisi, (f) multimedia
·   Media objek dan media interaktif berbasis komputer. Media objek merupakan media tiga dimensi yang menyampaikan informasi tidak dalam bentuk penyajian, melainkan melalui ciri fisiknya, seperti ukurannya, bentuknya, beratnya, susunannya, warnanya, fungsinya dan sebagainya
3.    Fungsi media pembelajaran
Disini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas, memudahkan dan membuat menarik pesan pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan dapat mengefisiensikan proses belajarnya.
4.    Multimedia interaktif berbasis komputer
Beberapa bentuk penggunaan komputer sebagai multimedia yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi :
·      Penggunaan multimedia presentasi
·      CD MULTIMEDIA INTERAKTIF
·      Video pembelajaran
L.   Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran
1.    Konsep teknologi Informasi dan Komunikasi
a.    Menurut kamus Oxford (1995), “teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis, mendistribusikan, informasi apa saja, termasuk kata bilangan dan gambar”.
b.    Menurut Alter (1992), “teknologi informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, mengambil, menyimpan, memanipulasi, atau menampilkan data”.
c.    Menurut Martin (1999), “teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan mencakup juga teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi”.
Dari definisi-definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa Teknologi Informasi dan komunikasi merupakan suatu kajian untuk mengefektifkan proses komunikasi dengan mempergunakan kemajuan teknologi.
2.    Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran selain membantu siswa dalam belajar adalah memiliki peranan yang cukup berpengaruh untuk guru terutama dalam pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan memperkaya kemampuan mengajarnya. Manfaat teknologi informasi dan komunikasi bagi guru adalah sebagai berikut :
·      Memperluas background knowledge guru
·      Pembelajaran lebih dinamis dan fleksibel
·      Mengatasi keterbatasan bahan ajar atau sumber belajar
·      Kontribusi dan pengayaan bahan ajar atau sumber belajar
·      Implementasi Student Active Learning (SAL), CBSA, dan PAKEM.

6 komentar:

  1. Assalamualaikum, terima kasih atas kesempatannya!
    Saya ingin bertanya, sebelumnya kita telah melaksanakan diskusi di kelas. Saya masih ingat dengan salah satu pertanyaan teman tentang penerapan UN berbasis komputer, dimana anda menjelaskan bahwa itu dilaksanakan salah satunya agar dapat menghemat penggunaan kerta dan alat tulis. Namun, yang saya ketahui UN berbasis komputer ini juga menyediakan soal berbentuk kertas sebagai cadangan ke sekolah-sekolah untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi. yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana pendapat anda tentang ini, kan sebelumnya anda mengatakan UN komputer dilakukan untuk menghemat dana pemerintah, tapi menurut saya ini bahkan lebih boros adanya karena terjadi mekanisme ganda yaitu UN basic komputer dengan soal cadangan berbentuk kertas, bukankah ini lebih memakan banyak anggaran pemerintah? Dimana sisi hematnya menurut anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas pertanyaannya. Sebelumnya sy memang telah menjelaskan bahwa salah satu keunggulan dr di adakannya UN berbasis komputer ini adalah untuk menghemat penggunaan kertas dan alat tulis. Kemudian jika pertanyaannya adalah bagaimana dengan soal cadangan yg di sediakan sebagai antisipasi apabila terjadi hal-hal buruk dalam melaksanakan UN berbasis komputer ini? Disini tidak semua sekolah yg mengadakan UN berbasis komputer menyediakan soal cadangan sebagai antisipasi terhadap hal-hal buruk yg mungkin terjadi selama ujian, tetapi ada sekolah-sekolah yang mengantisipasinya dengan menyediakan mesin genset apabila listrik mati pada saat ujian berlangsung dan beberapa komputer cadangan yang dapat di gunakan untuk mengikuti ujian apabila komputer yang di gunakan eror atau lain sebagainya.

      Hapus
  2. Apa dampak negatif dari proses pembelajaran yang berbasis teknologi? Tolong jelaskan dengan singkat dan padat! Terimakasih😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adapun dampak negatif dari proses pembelajaran yang berbasis teknologi salah satunya adalah mengurangi minat baca siswa terhadap buku. Dimana siswa lebih sering membaca menggunakan teknologi yang ada untuk membaca dari pada langsung membaca dari buku. Sementara itu membaca terlalu lama menggunakan teknologi seperti komputer dengan jarak yang dekat juga dapat berpengaruh pada kesehatan mata.

      Hapus
  3. Terima kasih atas kesempatannya
    berdasarkan materi Anda tentang pemanfaatan internet, jadi pertanyaan saya, bagaimana pendapat Anda tentang pelajar sekarang yang mulai bergantung pada internet? dan bagaimana solusinya?
    terima kasih :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat ini memang tidak bisa di pungkiri lagi bahwa pelajar sekarang mulai bergantung pada internet. Pasalnya setiap ada sesuatu yang ingin mereka tahu mereka pasti mengandalkan internet sebagai sumber untuk mencari tahu hal itu, seperti misalnya apabila di berikan tugas oleh guru maupun dosen, mereka pasti membuka internet untuk mencari jawaban. Hal ini sebenarnya dapat mematikan atau mengurangi daya kreativitas dari pelajar dimana mereka lebih cenderung ingin mendapatkan jawaban secara instan daripada berusaha sendiri dengan berpikir atau mencari referensi di buku. Adapun solusi dalam hal ini adalah agar kiranya para pendidik dapat menekankan kepada para pelajar untuk tidak bergantung pada internet seperti yang telah kita dapatkan pada semester satu dimana pada beberapa matakuliah kita di tekankan untuk mencari lebih banyak referinsi pada buku dari pada internet. Atau dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat sendiri.

      Hapus