Senin, 14 Maret 2016

BAB I



PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
     Di indonesia sampai akhir tahun 2005 di perkirakan 12.000.000orang menganggur, naik hampir 11 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah ini 11,3 persen dari angkatan kerja tahun 2005 sebesar 106.880.000. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini di karenakan sedikitnya lapangan kerja yang tersedia dengan banyaknya kaum-kaum intelek yang menyandang gelar pendidikan perguruan tinggi.
    Sebenarnya salah satu solusi untuk mengatasi masalah pengangguran adalah membuka lapangan pekerjaan dengan berwirausaha yang diharapkan mampu membuat mereka mandiri dan menciptakan lapangan kerja agar bisa mengurangi tingkat pengangguran. Maslahnya disini adalah kurang m,inat orang untuk memulai wirausaha dengan alasan tidak punya atau sulit mendapatkan modal, hanya ingin menjadi pegawai yang digaji bukan menggaji dan kurangnya usaha dari dalam diri sendiri.
     Adapun peran pemerintah mengenai kewirausahaan irtu sendiri adalah dengan memberikan pendidikan kewirausaan pada perguruan tinggi dengan harapan mampu menciptakan jiwa-jiwa wirausaha.
B.      Mengubah Pola Pikir
        Pola pikir adalah cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap sesorang yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya. Untuk mengubah pola pikir sesorang tidaklah mudah seperti mengubah pola pikir seseorang yang selalu berorientasi untuk menjadi karyawan yang akan di ubah menjadi berorientasi mencari karyawan. Mengubah pola pikir sesorang yang ingin selalu digaji menjadi orang yang menggaji.
      Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa setiap perubahan tidak bisa dilakukan secara cepat, perlu adanya tahapan-tahapan menuju perubahan itu sendiri. Sama halnya dengan mengubah mental dan motivasi orang tua, dosen dan mahasiswa untuk berwirausaha. Adapun beberapa tahapan yang mungkin dapat mengubah pola pikir  tersebut adalah :
1. Menerapkan mata kuliah dan materi kewirausahaan yang saat ini sedang digalakkan di berbagai perguruan tinggi.
2.   Dalam pendidikan kewirausahaan perlu ditekankan keberanian untuk memulai berwirausaha.
3.  Merubah pandangan kita pada pernyataan yang menyatakan bahwa berwirausaha itu tidak memiliki masa depan yang pasti, sedangkan dengan menjadi karyawan ataupun pegawai negeri maka mereka mempunyai masa depan yang sudah pasti. Padahal, dengan berwirausaha masa depan ada ditangan kita, bukan ditangan orang lain. Baik atau buruknya masa depan itu kita yang menetukan dengan bagaimana kita mengelola usaha kita tersebut. Sehingga motivasi untuk berkembang terbuka lebar.
4.   Mengukuti seminar dan penyuluhan yang berkaitanm dengan kewirausahaan.
C.    Keuntungan Wirausaha
       Ada beberapa keuntungan yang diperoleh  dari wirausaha :
1.  Harga diri, dengan mempunyai usaha sendiri dan usaha itu sukses bukan tidak mungkin bahwa haerga diri juga meningkat. Setidaknya seorang wirausaha akan disegani dan dihormati dikalangan masyarakat.
2.  Penghasilan, dari sisi ini sudah jelas bahwa kita sendiri yang menetukannya tergantung pada usaha kita itu sendiri.
3.  Ide dan motivasi, biasanya seorang wirausaha memiliki ide-ide dalam menjalankan usahanya entah itu dalam pemasRan, pendistribusian atau dalam kegiatan lainnya.
4.  Masa depan, pengusaha yang sukses relatif jauh lebih baik dibandingkan dengan pegawai. Pengusaha tidak pernah pensiun dan usahanya dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya.
5.  Kebebasan adalah hal yang paling sering disebutkan oleh pengusaha sebegai alasan dalam memiliki usaha yang mandiri. Kebebasan ini diperoleh dengan menentukan jam kerja sendiri dan lingkungan kerja yang sesuai dengan ambisi yang ingin dicapai.
D.    Jurus Awal Mejadi Pengusaha
1.   Berani memulai
2.   Berani mengambil resiko (tidak takut rugi)
3.   Penuh perhitungan
4.   Memiliki rencana yang jelas
5.   Tidak cepat puas
6.   Optimis dan penuh keyakinan
7.    Memiliki tanggung jawab
8.    Memiliki etika dan moral

Tidak ada komentar:

Posting Komentar