PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Di indonesia sampai akhir tahun 2005
di perkirakan 12.000.000orang menganggur, naik hampir 11 persen dari tahun
sebelumnya. Jumlah ini 11,3 persen dari angkatan kerja tahun 2005 sebesar
106.880.000. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini di karenakan sedikitnya
lapangan kerja yang tersedia dengan banyaknya kaum-kaum intelek yang menyandang
gelar pendidikan perguruan tinggi.
Sebenarnya salah satu solusi untuk
mengatasi masalah pengangguran adalah membuka lapangan pekerjaan dengan
berwirausaha yang diharapkan mampu membuat mereka mandiri dan menciptakan
lapangan kerja agar bisa mengurangi tingkat pengangguran. Maslahnya disini
adalah kurang m,inat orang untuk memulai wirausaha dengan alasan tidak punya
atau sulit mendapatkan modal, hanya ingin menjadi pegawai yang digaji bukan
menggaji dan kurangnya usaha dari dalam diri sendiri.
Adapun peran pemerintah mengenai
kewirausahaan irtu sendiri adalah dengan memberikan pendidikan kewirausaan pada
perguruan tinggi dengan harapan mampu menciptakan jiwa-jiwa wirausaha.
B.
Mengubah Pola Pikir
Pola pikir adalah cara
berpikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap sesorang yang akhirnya akan
menentukan level keberhasilan hidupnya. Untuk mengubah pola pikir sesorang
tidaklah mudah seperti mengubah pola pikir seseorang yang selalu berorientasi
untuk menjadi karyawan yang akan di ubah menjadi berorientasi mencari karyawan.
Mengubah pola pikir sesorang yang ingin selalu digaji menjadi orang yang
menggaji.
Sebagaimana yang telah kita ketahui
bahwa setiap perubahan tidak bisa dilakukan secara cepat, perlu adanya
tahapan-tahapan menuju perubahan itu sendiri. Sama halnya dengan mengubah
mental dan motivasi orang tua, dosen dan mahasiswa untuk berwirausaha. Adapun
beberapa tahapan yang mungkin dapat mengubah pola pikir tersebut adalah :
1. Menerapkan mata kuliah dan materi kewirausahaan
yang saat ini sedang digalakkan di berbagai perguruan tinggi.
2. Dalam pendidikan kewirausahaan perlu ditekankan
keberanian untuk memulai berwirausaha.
3. Merubah pandangan kita pada pernyataan yang
menyatakan bahwa berwirausaha itu tidak memiliki masa depan yang pasti,
sedangkan dengan menjadi karyawan ataupun pegawai negeri maka mereka mempunyai
masa depan yang sudah pasti. Padahal, dengan berwirausaha masa depan ada
ditangan kita, bukan ditangan orang lain. Baik atau buruknya masa depan itu
kita yang menetukan dengan bagaimana kita mengelola usaha kita tersebut.
Sehingga motivasi untuk berkembang terbuka lebar.
4. Mengukuti seminar dan penyuluhan yang berkaitanm
dengan kewirausahaan.
C. Keuntungan Wirausaha
Ada beberapa keuntungan yang
diperoleh dari wirausaha :
1. Harga diri, dengan mempunyai usaha sendiri dan
usaha itu sukses bukan tidak mungkin bahwa haerga diri juga meningkat.
Setidaknya seorang wirausaha akan disegani dan dihormati dikalangan masyarakat.
2. Penghasilan, dari sisi ini sudah jelas bahwa
kita sendiri yang menetukannya tergantung pada usaha kita itu sendiri.
3. Ide dan motivasi, biasanya seorang wirausaha
memiliki ide-ide dalam menjalankan usahanya entah itu dalam pemasRan,
pendistribusian atau dalam kegiatan lainnya.
4. Masa depan, pengusaha yang sukses relatif jauh
lebih baik dibandingkan dengan pegawai. Pengusaha tidak pernah pensiun dan
usahanya dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya.
5. Kebebasan adalah hal yang paling sering
disebutkan oleh pengusaha sebegai alasan dalam memiliki usaha yang mandiri.
Kebebasan ini diperoleh dengan menentukan jam kerja sendiri dan lingkungan
kerja yang sesuai dengan ambisi yang ingin dicapai.
D. Jurus Awal Mejadi Pengusaha
1. Berani memulai
2. Berani mengambil resiko (tidak takut rugi)
3. Penuh perhitungan
4. Memiliki rencana yang jelas
5. Tidak cepat puas
6.
Optimis dan penuh keyakinan
7.
Memiliki tanggung jawab
8. Memiliki etika dan moral
Tidak ada komentar:
Posting Komentar